BKPSDM Bondowoso Gandeng BKN, Perkuat Pemahaman ASN tentang Kinerja dan Disiplin
BONDOWOSO – BKPSDM- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bondowoso terus mendorong peningkatan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya melalui kegiatan pembinaan pengelolaan kinerja, disiplin pegawai, dan penggunaan aplikasi Integrated Discipline (IDIS) yang digelar secara daring pada Senin–Selasa, 2–3 November 2026.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya ini diikuti oleh ASN dari berbagai perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, hingga puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Kepala BKPSDM Kabupaten Bondowoso yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pengelolaan kinerja dan disiplin pegawai harus terus diperbaiki sejalan dengan perubahan sistem kerja birokrasi.
Menurutnya, keberhasilan seorang ASN tidak cukup hanya diukur dari kehadiran atau kepatuhan terhadap jam kerja, tetapi juga harus dilihat dari hasil pekerjaan dan kontribusi nyata yang diberikan kepada organisasi.
"Kinerja ASN hari ini tidak bisa lagi dinilai dari sekadar kehadiran. Harus berbasis hasil kerja yang terdokumentasi dengan baik di E-Kinerja. Selain itu, disiplin adalah fondasi utama. Melalui pembinaan ini, kami ingin ASN Bondowoso semakin profesional, akuntabel, dan tertib administrasi," tegasnya.
Memahami E-Kinerja, Bukan Sekadar Mengisi Aplikasi
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan tentang pengelolaan kinerja ASN melalui aplikasi e-Kinerja BKN. Materi disampaikan oleh Wildan Akbar Taufiq, S.AP., M.AP., Analis SDM Aparatur Ahli Muda pada Kantor Regional II BKN Surabaya.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami berbagai tahapan pengelolaan kinerja, mulai dari penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), penyelarasan target dan harapan pimpinan, hingga penyiapan bukti dukung hasil pekerjaan.
Pembahasan juga mencakup penilaian kinerja 360 derajat, yaitu penilaian yang melibatkan berbagai pihak, termasuk atasan, rekan kerja, dan bawahan.
Melalui materi ini, peserta diharapkan semakin memahami bahwa aplikasi e-Kinerja bukan sekadar tempat mengisi laporan pekerjaan, melainkan sarana untuk memastikan setiap ASN memiliki target yang jelas, bekerja secara terukur, dan dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjanya.
Disiplin ASN Jadi Perhatian Bersama
Memasuki hari kedua, pembinaan difokuskan pada disiplin ASN dengan menghadirkan Sri Hartati, S.H., M.H., Auditor Manajemen ASN Ahli Madya dari Kantor Regional II BKN Surabaya.
Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, Sri Hartati mengupas berbagai persoalan disiplin, mulai dari kewajiban dan larangan bagi pegawai, jenis pelanggaran, hingga tata cara pemeriksaan dan penjatuhan hukuman disiplin.
Materi ini menjadi penting, terutama agar setiap perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama dalam menangani persoalan disiplin pegawai.
Penegakan disiplin tidak hanya berkaitan dengan pemberian sanksi kepada pegawai yang melanggar aturan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pembinaan untuk membangun budaya kerja yang tertib, bertanggung jawab, dan profesional.
Kenalkan IDIS, Agar Penanganan Disiplin Lebih Tertib
Selain pengelolaan kinerja dan disiplin, peserta juga mendapatkan materi penggunaan aplikasi IDIS yang disampaikan oleh Izzatul Muwafiqi, S.E., M.M., Auditor Manajemen ASN Ahli Muda dari Kantor Regional II BKN Surabaya.
Melalui sesi ini, peserta diperkenalkan dengan fungsi dan penggunaan IDIS sebagai sistem pendokumentasian penanganan disiplin pegawai secara digital.
Dengan sistem tersebut, proses administrasi dan dokumentasi penanganan disiplin diharapkan menjadi lebih tertib, terintegrasi, serta memudahkan penelusuran data ketika dibutuhkan.
Sepanjang kegiatan, peserta terlihat antusias mengikuti paparan maupun sesi diskusi. Berbagai pertanyaan seputar persoalan kinerja dan disiplin yang kerap ditemui dalam pekerjaan sehari-hari turut menjadi bahan pembahasan bersama narasumber.
Peserta juga memperoleh kesempatan melakukan praktik penggunaan aplikasi e-Kinerja dan IDIS agar materi yang disampaikan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas.
Melalui pembinaan ini, BKPSDM Kabupaten Bondowoso berharap seluruh perangkat daerah semakin memahami tata cara pengelolaan kinerja dan penanganan disiplin sesuai ketentuan yang berlaku.
Lebih dari sekadar meningkatkan kemampuan mengoperasikan aplikasi, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran bersama bahwa kinerja yang baik, disiplin yang kuat, dan administrasi yang tertib merupakan bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Humas BKPSDM Bondowoso