Breaking News
Home / INFORMASI TERBARU / BERITA / Mental Peserta Terkuras di Klasikal Putaran 5 angkatan VIII Golongan III

Mental Peserta Terkuras di Klasikal Putaran 5 angkatan VIII Golongan III

Kegiatan klasikal merupakan agenda terakhir dari seluruh rangkaian kegiatan Latsar CPNS. Jika tahapan sebelumnya berupa pertemuan daring, maka di tahapan klasikal seluruh peserta berkumpul di gedung ex-Hutbun untuk menghadapi berbagai agenda yang telah disusun sedemikian rupa. Dan untuk putaran 5 Angkatan VIII, merupakan putaran pertama yang pesertanya merupakan golongan III, tentunya pembinaan akan lebih dari pada putaran-putaran sebelumnya yang berasal dari golongan III.

Kegiatan klasikal putaran 5 dilaksanakan dari tanggal 29 September sampai 5 Oktober 2023. Kegiatan di 4 hari pertama difokuskan di gedung ex-Hutbun, sedangkan pada hari ke 5 dilaksanakan kegiatan Seminar Aktualisasi yang berpusat di gedung Sekretariat Pemerintah Daerah, kegiatan ini sebagai bentuk pertanggung jawaban peserta atas Aktualisasi yang sudah direncanakan dan diuji pada seminar sebelumnya. Lalu untuk hari terakhir dilaksanakan agenda foto bersama sekaligus pengembalian peserta ke OPD masing-masing yang berpusat kembali di gedung ex-hutbun.

Peserta pada putaran 5 berjumlah 40 orang yang terdiri dari tenaga kesehatan sebanyak 24 orang yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, bidan, penyuluh kesehatm dan perawat dari RSUD dr. Koesnadi Bondowoso dan dari UPTD puskesmas di beberapa wilayah di bawah naungan Dinas Kesehatan. Peserta juga terdiri dari 6 orang medik veteriner atau dokter hewan dibawah instansi Dinas Perikanan dan Peternakan. Kemudian peserta juga terdiri dari 10 orang tenaga fungsional dari OPD teknis di lingkungan pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Threatmen khusus yang diberikan kepada putaran 5 sudah dapat dilihat dari pelaksanaan kegiatan senam pagi. Pada putaran sebelumnya, senam dimulai pukul 5, namun pada putaran ini dimulai setengah jam lebih cepat, yaitu pukul setengah 5. Pelatih yang berasal dari Kodim 0822/Bondowoso pun memberikan jatah fisik yang lebih berat. Salah satunya adalah jalan jongkok di sela-sela kegiatan lari pagi. Hal ini dilakukan agar kaki peserta lebih kuat untuk melangkah di tengah masyarakat saat mengabdi nantinya. Alhasil satu orangpun harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis karena cidera yang dialami saat berlari. Tapi itu akan menjadi pelajaran bagi peserta bahwa pengabdian yang akan dilakukan nantinya tidaklah mudah, butuh fisik yang kuat dan sehat untuk melakukannya, yang salah satunya bisa didapat ketika rutin berolahraga.

Kemudian kegiatan silih berganti sepanjang hari. Setelah fisik mereka dibina saat pelaksanaan senam pagi, selanjutnya adalah giliran aspek kognitif yang ditingkatkan. Para peserta dijejali berbagai macam materi yang menjadi pengetahuan dasar saat akan bertugas nantinya. Materi disampaikan oleh para WidyaIswara BPSDM provinsi Jawa Timur dan beberapa pejabat tinggi dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, yaitu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Bpk Slamet Yantoko, S.Sos, M.M, yang memberikan materi Profesionalisme ASN. Selain materi, beliau juga membekali peserta dengan pengalaman yang beliau dapatkan selama bertugas sebagai ASN. Materi juga disampaikan oleh Bpk sidik Waluyo,S.Sos,M.M, Kepala Bagian Organisasi dan Roro Devi Susanasari,S.H, Kepala Bagian Hukum yang masing-masing mengajarkan Muatan Lokal Substansi Lembaga dan Core Value serta Employe Branding ASN.  Materi juga disampaikan oleh Pasie Ops Kodim 0822/Bondowoso, Kapten Arm Edy Mulyono, yang memberikan bekal Wawasan Kebangsaan kepada para peserta untuk mencintai negerinya, lebih lagi karena dipundak peserta juga terkandung tanggung jawab sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Yang tentunya tanggung jawab tersebut akan lebih khidmat apabila rasa cinta kepada bangsanya lebih tinggi.

Aspek kedinasan juga tak lupa dibekali kepada peserta. Salah satunya adalah pengetahuan tentang pakaian dinas yang berlandaskan Perbup nomer 46 tahun 2022 tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Dilengkapi juga pengetahuan tentang Filosofi pakaian dinas serta atribut yang digunakan, salah satunya pin Korpri. Peserta diajarkan untuk dapat menjaga penampilan saat berdinas, karena ujung tombak wajah pemerintah berada pada ASN yang bertemu langsung dengan masyarakat, penilaian masyarakat tentunya akan lebih positif apabila melihat ASN dengan penampilan yang baik, baju rapi serta atribut lengkap, dari pada ASN dengan penampilan yang buruk, baju lusuh dengan atribut yang amburadul.

“Terimakasih kami sampaikan kepada pemateri, pelatih dan panitia yang telah memberikan kami pengetahuan dan bimbingan selama mengikuti Latsar ini” ungkap drh. Pandu Tokoh Amukti sebagai perwakilan peserta pada saat kegiatan Review Latsar di ruang Sabha Bina Praja I.

Pada akhirnya, semua yang diterima peserta selama kegiatan Latsar baik pengetahuan maupun sikap dan prilaku, akan menjadi bekal dasar ketika peserta berdinas. Bekal dasar ini tentunya harus dikembangkan lebih jauh secara kontinue sepanjang berstatus sebagai ASN. Dan tekanan mental serta fisik yang diberikan kepada peserta, tak lain hanya merupakan simulasi betapa derasnya badai yang harus dihadapi diluar. Dan melihat peserta yang tetap semangat menghadapi Latsar, merupakan penilaian sendiri bahwa mereka sudah siap untuk mengabdi dan menjadi punggawa Bondowoso hebat di masa mendatang.

Makan buah delima untuk lebih sehat.

Putaran lima Untuk Bondowoso hebat.

Mustain Ibad _ Tim Humas BKPSDM

About admin

Berita Kami Yang Lain

MELALUI ZOOM MEETING DAN LIVE STREAMING YOUTUBE, BKPSDM MENGGELAR BIMTEK PENGGUNAAN APLIKASI E-KINERJA BKN

Senin, 16 Oktober 2023 pukul 07.30 WIB seluruh Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso …

KEMBALI BERBAGI, DONOR DARAH ……!!!

PMI Cabang Bondowoso  hari ini, Jum’at (13/10)  kembali hadir di BKPSDM. Seluruh karyawan  baik dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published.